Teman Yang Baik Adalah Karunia

Karunia Dari Allah Subhanahu Wata'ala :

Ketika kita berbicara dan atau bertanya tentang karunia dari Allah Subhanahu Wata'ala tentunya kita akan banyak sekali menemukan jawaban serta pendapat dan pandangan yang bermacam - macam dari setiap orang. Satu orang akan berpendapat dan berpandangan atau memiliki sebuah argumen tentang karunia dari Allah Subhanahu Wata'ala berupa materi , kesehatan , ilmu yang manfaat , kemenangan , petunjuk dan orang lain akan memiliki pendapat yang berlainan yang Insya Allah kesemuanya adalah merupakan karunia dari Allah Subhanahu Wata'ala yang patut untuk disyukuri.


Satu diantara sekian banyak karunia dari Allah Subhanahu Wata'ala yang hendaknyalah kita fahami betul dan kita terapkan dalam kehidupan sehari - hari adalah teman yang baik, yang selalu mengarahkan kita kepada hal - hal yang baik dan menjalankan kebaikan.

Mencari teman adalah salah satu hal penting yang turut menghantarkan kita apakah nantinya dalam kehidupan ini kita menjadi orang orang yang diberi anugerah oleh Allah Subhanahu Wata'ala atau kita mendapat siksa dari Allah Subhanahu Wata'ala.

Telah banyak dijelaskan dalam Al Quran bahwasanya hendaknyalah kita pandai - pandai mencari teman dan memilih diantara mereka siapakah yang hendaknya kita jadikan teman akrab, agar nantinya kita dapat menjalani kehidupan ini sesuai dengan petunjuk dan jalan yang di Ridhoi oleh Nya dan tidak mendapatkan siksaan dari Nya sebagaimana dijelaskan dalam banyak Firman Nya.

Wallahu A'lam

Istighfar Nabi Adam

قَالا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ


Keduanya (Adam dan Hawa) berkata : "Ya Tuhan Kami, Kami telah Menganiaya diri Kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni Kami dan memberi rahmat kepada Kami, niscaya pastilah Kami Termasuk orang-orang yang merugi" Al A'raaf : 23


Dalam penggalan Surah Al A'raf diatas dijelaskan bahwasanya Nabiyullah Adam Alaihi Salam, memohon ampunan atas perbuatan dosa yang telah dilakukan olehnya karena termakan oleh bujukan syeithan, yang akhirnya membuat Nabiyullah Adam dan isterinya yang semula berada di syurga diturunkan kebumi sampai dengan waktu yang telah ditentukan oleh Allah Subhanahu Wata'ala. 

Entah kapan waktu itu hanya Allah Subhanahu Wata'ala saja yang mengetahui karena Allah Subhanahu Wata'ala yang menentukan waktunya, serta memang dirahasiakan agar supaya masing - masing diri manusia mendapatkan balasan yang setimpal atas perbuatan mereka baik itu mendapat siksa maupun mendapat ampunan semuanya adalah berada dalam kekuasaan Allah Subhanahu Wata'ala.

Penggalan ayat diatas memberikan kita satu gambaran dan pelajaran atau petunjuk kepada kita bahwasanya ketika kita umat manusia sebagai anak cucu adam yang memang telah ditakdirkan menjadi musuh dan bermusuhan dengan syeithan maka kemudian hendaklah kita menganggap syeithan dan setiap perbuatannya menjadi musuh sebagaimana diperintahkan oleh Allah Subhanahu Wata'ala dalam firman Nya :

"Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh mu, karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala"

Do'a / bacaan istighfar yang diucapkan oleh nenek moyang kita Nabiyullah Adam dan Ibu Hawa dapat kita pergunakan dan atau kita amalkan ketika kita merasa dan atau menemukan serta melakukan perbuatan - perbuatan syeithan , serperti berzina , minum khamr , berjudi dan perbuatan syeithan lainnya, dengan maksud dan atau tujuan agar kita terhindar dari nya dan mendapatkan ampunan dari Allah Subhanahu Wata'ala. 

Wallahu A'lam

Hilangkan Kebencian

Bagaimana caranya untuk menghilangkan rasa benci dan atau kebencian terhadap sesuatu atau seseorang ? Kenapa kita harus menghilangkan rasa benci dan atau kebencian terhadap sesuatu atau seseorang ?

Hilangkan kebencian di tengah perbedaan , hilangkan kebencian dan hadapi kenyataan bahwa kehidupan ini selalu berubah seperti roda yang selalu berputar kadang satu sisi berada di atas, kadang juga di bawah dan itu adalah realita, sebuah takdir yang harus dijalani oleh setiap manusia dalam menjalani kehidupan. 

Hidup memang sulit, kehidupan memang terasa susah, tapi janganlah karena kesulitan yang di alami dan kesusahan yang diderita menjadi hambatan bagi setiap diri untuk berbuat baik dengan menghilangkan kebencian. 

Hidup memang susah ketika kita sedang berada dalam suatu masalah, akan tetapi setiap masalah pastinya bisa dipecahkan serta di selesaikan, tergantung bagaimana seseorang menyikapi dan mencari jalan keluar akan setiap masalah yang sedang dihadapi. 

Tidak dapat kita elakkan bahwa permasalahan yang dihadapi oleh setiap manusia memang bermacam-macam, baik itu persoalan ekonomi, percintaan, persaingan bisnis , agama , status sosial dan sebagainya. Tentunya setiap masalah yang dihadapi setidaknya ternyata melibatkan orang lain. Lalu apakah kita harus membenci orang tersebut ketika ia menyakiti kita ? haruskah kita memendam benci dan dendam yang berkepanjangan serta berpikiran untuk membalas semua perbuatannya ?. 

Membenci atau di benci itu tidak enak, tidak nyaman dan selalu mengganggu hati dan  pikiran yang jika kesemuanya ditahan bisa meledak seperti gunung berapi yang memuntahkan lahar dengan segala isi yang terkandung didalamnya. Dan ketika semua terlontar begitu saja, tanpa di sadari, segala macam isi yang di muntahkan telah merusak diri manusia dan tatanan kehidupan umat manusia. 

Sama halnya ketika kita menumpahkan segala kemarahan, menuangkan kebencian baik itu melalui mulut kita, perbuatan kita, sikap kita yang baik secara langsung maupun tidak langsung telah membuat luka dan menyakiti perasaan seseorang. 

Dalam hal ini kebencian bukan hanya sebuah beban pikiran namun beban perasaan dan juga beban kejiwaan. Jadi dalam hidup, berusahalah untuk mencintai dan menyayangi semua orang dan jangan berusaha untuk membenci orang lain. 

Dengan cinta dan kasih sayang maka semua masalah hidup akan terselesaikan Dan Perdamaian Bukanlah Dusta