Istighfar (Memohon Ampunan)

Istighfar (إستغفار) adalah merupakan satu tindakan untuk meminta maaf atau memohon ampunan kepada Allah Subhanahu Wata'ala yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan oleh setiap umat Islam. Hal ini merupakan satu ucapan dan atau bentuk pengakuan yang kemudian dibarengi dengan tingkah / perbuatan dan merupakan amalan yang teramat penting di dalam ajaran Islam. Tindakan ini secara harfiah dilakukan oleh setiap hamba Allah Subhanahu Wata'ala dengan mengulang-ulang perkataan baik dalam Bahasa Arab 'astaghfirullah' atay dengan mempergunakan bahasa indonesia yang berarti "Saya memohon ampunan kepada Allah".

Seorang Muslim dianjurkan menyebut dan atau melafadzkan perkataan ini bukan saja ketika ianya meminta ampun dari Allah sebagai doa, atau ketika melakukan kesalahan akan tetapi juga hendaknya diucapkan ketika ianya sedang berbicara dengan orang lain dan atau melihat orang lain berbuat sesuatu yang kurang benar dan atau aniaya. 

Apabila seorang Muslim hendak mencegah dirinya daripada melakukan suatu perbuatan yang salah dan menyalahi aturan atau saat ia mau membuktikan bahwa ianya tidaklah bersalah pada suatu peristiwa hendaknyalah ianya menggunakan dan atau melafadzkan pernyataan ini dengan kemudian mengulangnya setelah melaksanakan shalat.

Istighfar dalam filosofi Islam kurang lebih bermakna sebuah pengakuan seseorang akan suatu kesalahan yang telah diperbuatnya baik secara sengaja mapun tidak sengaja dengan memohon ampunan atas tindakannya dan terus berusaha untuk menatati perintah Sang Khaliq dan tidak melanggarnya. Dalam Islam, makna Istighfar tidak hanya terletak pada pengucapannya, namun hendaklah seseorang yang beristighfar memaknai dan menghayati apa yang ia ucapkan dalam konteks yang lebih jauh lagi dengan memperbaiki tingkah dan atau perilakunya, agar ianya terus mengingat Tuhan di saat ia tergoda untuk melakukan perbuatan dosa, dan apabila telah melakukan dosa, maka istighfar adalah titik balik baginya sebagai satu bentuk pengakuan akan kekhilafan yang telah diperbuatannya dengan harapan agar tidak terulang apa yang telah diperbuatannya

Makna Istighfar

Istighfar dalam pengertian bahasa adalah memohon ampunan atas segala dosa yang dilakukan oleh seorang hamba dengan upaya untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut. Hal ini hendaknyalah dilakukan dengan perkataan yang tulus ikhlas semata - mata mengharap Ridha Nya yang kemudian dibarengi dengan tingkah perbuatan dengan jalan meninggalkan setiap perbuatan dosa dan maksiat yang telah dilakukan, beberapa ulama mengungkapkan istighfar berasal dari kata "alghafar" yang berarti "as-satr /menutup" untuk itu dinamakan istighfar karena mengandung ma'na menutupi sebagaimana firman Allah :

وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

"Dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" At-taghabun 14

Sedangkan dalam alqur'an istighfar mempunyai beberapa pengertian diantaranya :

Al-Islam: Para Ahli Tafsir seperti Mujahid dan `Akramah mengartikannya demikian berdasarkan pada ayat yang berbunyi :

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللَّهُ

مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun" Al-Anfal 33.

Doa: Ulama yang lain mengartikannya dengan do'a, setiap do'a yang berisikan permohonan ampunan disebut istigfar,antara do'a dan istighfar mempunyai kekhususan dan keumuman, Istighfar menjadi khusus jika dilakukan dengan perbuatan (al-istighfar bil a'maal) sebagaimana do'a menjadi khusus jika berisikan bukan permohonan ampunan.

3. Taubat: Banyak diantara kita mengartikan Istighfar dengan taubat,sperti diatas keduanya mempunyai kekhususan dan keumuman.Istighfar : Memohon ampunan dan perlindungan dari perbuatan dosa dimasa lampau. Taubat : Kembali dan memohan perlidungan dari perbuatan dosa yang sama dimasa yang akan datang. Ibnul Qoyyim berpendapat Istighfar dua bagian, Istighfar mufrad dan Istighfar yang diiringi dangan Taubat(maqrun). Pertama seperti ungkapan Nabi  Nuh terhadap kaumnya,

فقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا

Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun", Nuh:10.

Yang kedua firman Allah:

" وَأَنْ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا

حَسَنًا إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى

وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ

عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيرٍ

"Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat" Hud : 3

Sayyidul Istighfar

Sayyidul Istighfar Adalah merupakan salah satu diantara sekian banyak doa atau dzikir yang bisa kita istiqomahkan untuk membacanya , dan bacaan istighfar ini mempunyai banyak sekali manfaat dan merupakan do'a / bacaan istighfar yang paling utama.

Sayyidina Jabir menjelaskan: Rasulullah saw, bersabda: “Pelajarilah dengan baik istighfar utama (Sayyidul istighfar) dan amalkanlah” Nabi Muhammad Shalallahu 'alahi wa Sallam menamainya sebagai Sayyidul Istighfar (penghulu istighfar atau raja istighfar) yagn mana dari Makna sayyid ini kita dapatkan pengertian yang kurang lebih berarti seseorang yang melebihi kaumnya dalam hal kebaikan dan yang berkedudukan tinggi dikalangan mereka, makna yang demikian itulah yang kemudian disematkan kepada Bacaan Istighfar ini karena do'a atau bacaan ini melebihi seluruh bentuk istighfar dalam hal keutamaan dan lebih tinggi dalam hal kedudukan.

Berikut adalah Bacaan dari Sayyidul Istighfar yang kami sajikan dalam bentuk gambar dan tertulis 
  
“Allaahumma anta rabbii laa ilaa ha’illaa anta khalaqtanii wa ana abduka wa anaa alaa ahdika, wawa’dika mastatha‘tu a uudzu bika min syarri maa shana’tu abuu ‘ulaka bini’matika alayya wa abuu ‘ubizdanbii faghfirlii fa innahu laa yaghfirudzunuu ba illaa anta”

Artinya (dalam bahasa indonesianya)  “Ya Allah Engkaulah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang patut disembah hanya Engkau yang menjadikan aku. Aku hambaMu dan aku dalam genggamanMu, aku dalam perjanjian beriman dan berta’at kepadaMu sekedar kesanggupan yang ada padaku. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan yang aku perbuat. Aku mengakui atas nikmat yang Engkau berikan kepadaku dan mengakui atas dosaku, aku mohon keampunanMu, tidaklah ada yang dapat mengampuni dosa seseorang, hanya Engkaulah hai Tuhanku.”